Surat dan Tulisan Tangan

Waktu saya masih kecil, sekecil kelas 5 SD, kakak-kakak saya sudah bekerja di luar kota. Sementara, saya tinggal di rumah dengan Bapak dan Ibu. Sarana komunikasi antara kami sekeluarga yang murah, adalah surat. Kenapa ndak telepon? Karena telepon mahal sekali. SLJJ (sambungan langsung jarak jauh) untuk antar kota saja udah mahal, apalagi SLI (sambungan langsung... Continue Reading →

Netflix dan Series-Seriesnya

Dulu saya suka bingung kalau ada yang bilang dia bisa diem di rumah berhari-hari untuk nonton TV series aja. Atau, ada yang setengah mati sedihnya begitu seriesnya abis. Atau, se-excited itu tiap kali season baru series yang ditunggu-tunggu, akan ditayangkan. Semua kebingungan terjawab, sampai saya yang jadi subjek pelaku perilaku ini. :D. Sejak tinggal di... Continue Reading →

Kok Kamu Tambah….?

Tambah apa ayo? Apalagi kalau bukan tambah gendut. 2 kata yang bisa bikin adek kakak berantem, pacar-pacaran komplen, suami-istri adu mulut, ipar-iparan bergumam dalam hati, dan 2 orang baru batal berkawan lebih lanjut. Pertemanan pun bisa jadi renggang karena kalimat komparatif ini. Hampir mirip efeknya dengan permusuhan akibat perbedaan dukungan capres jaman kampanye lalu. Rodo... Continue Reading →

Day 500

We were once here, At a different time, with a different people.  We were once in love, At a different moment, from a different place.  We once had a broken heart, In a different pain and drain.  Then we found a way to get up,Through a different story, wanting a different glory.  And here we are today.  Living... Continue Reading →

WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: