All

Untuk Hari Ini

Hai, apa kabar? Masih ingat tulisan ini?

Ini hari istimewa.

Bersama hari ini, kamu diberikan kenangan indah.
Bersama orang-orang yang dianugerahkan, kamu hinggap di pelukan kebersamaan. Indahnya disayang, indahnya ditemani, indahnya dinasehati, hingga hari ini. 
Bersama cerita-cerita yang diukir sampai detik ini, kamu dapatkan kisah untuk dikenang, hari ini.

“Ada pertemuan, ada perpisahan”.

Begitu nasehat yang selalu kamu agung-agungkan ke temanmu yang baru berpisah. Tak jarang kamu menuliskan hal serupa di Path, Twitter, Facebook, dan jejaring sosial lainnya. Entah untuk siapa. Seolah-olah mungkin untuk orang lain. Tapi, percayalah. Empat kata itu kamu tujukan untuk diri sendiri, seandainya perpisahan betul-betul terjadi.

Apa yang terjadi hari ini mungkin sedikit menggoreskan cerita di hati, kepala, dan pikiran. Namun, itu tak boleh membuat kamu bersedih. Kedukaan tidak boleh membuatmu terluka. Kehilangan tidak boleh membuatmu merasa hilang. Perpisahan tidak boleh memunculkan penyesalan.

Ratusan hari sebelumnya, kamu telah mewarnai hari dengan ukiran-ukiran indah. Simpan itu. Kalau-kalau suatu hari kamu ingin kembali berjumpa dengan kenangan.

Buang? Jangan. Semua itu cerita. Semua itu kenangan. Semua itu keindahan. Terlalu cantik untuk ditaruh di tempat pembuangan.

Sekali lagi, ucapkan terima kasih pada semuanya. Pada orang-orang terkasih yang diberikan semesta kepadamu hingga hari ini, jam ini, menit ini, detik ini. Tanpa mereka, kamu bukan siapa-siapa. Tanpa mereka, kamu tidak punya cerita. Tanpa mereka, kebodohan itu tak akan pernah terlaksana. Tanpa mereka, semua keindahan itu tidak pernah ada.

Jadi, ingatlah hari ini. Suatu hari nanti.

Ingat, tersenyumlah. 🙂 

03.10.2013

0 thoughts on “Untuk Hari Ini

Leave a Reply