Simpan Baik-Baik

Kalau bisa, rasa-rasa ini ingin saya simpan dalam botol kecil, saya tempatkan di lemari pengawet dengan direktori a ke z, supaya bisa saya ambil dengan mudah untuk diulang lagi kapan saja saya mau.

Rasa nasi goreng buatan mamak dengan kecap, bawang, garam, cabe potong, lada, telur orak arik.

Rasa dingin genggaman tangan Bapak yang menapak dengan hati-hati sekeluarnya dari mobil menuju pintu rumah.

Rasa senang melihat mamak setelah berhasil menyanyikan lagu baru yang telah diulang-ulang dan dipelajari hampir 20 kali.

Rasa haru melihat anak-anak itu puas dan senang berhasil tampil di depan ribuan penonton.

Rasa lega berhasil menapakkan kaki untuk pertama kalinya di Tokyo 9 tahun silam.

Rasa senang bukan kepalang bisa menginjak tanah Amerika 4 tahun lalu.

Rasa deg-degan menempuh wawancara beasiswa berbahasa Inggris pertama kali di tengah liburan keluarga di Bali.

Rasa takut tenggelam menyusuri parit kecil di kampung bapak karena jalan setapak terlalu jelek dan kecil untuk dilewati.

Rasa takut terbawa arus karena ban yang terbalik waktu main river tubing di Lombok, bercampur aduk dengan rasa kesal dan takut mati mendengar suara pengawas yang terus berucap, “jangan panik, tetap injak batu, jangan panik”.

Rasa dingin menusuk kulit pertama kali berada di tengah cuaca di bawah 5 derajat, menyongsong pesta tahun baru 2015.

Rasa tenang sembari menutup mata dan mendengar deburan ombak dengan semilir suara penyanyi melantukan lagu Ed Sheeran di belakang sana.

Rasa senang melihat orang-orang tersayang tertawa karena guyonan receh yang terlontar di tengah sesi makan.

Rasa senang dan adem melihat tawa bayi-bayi lucu yang senyum dan tertawa karena pose ala badut yang otomatis aja terlaksana begitu ada di dekat mereka.

Semua rasa bahagia, senang, haru, tawa, bangga, ingin saya botolkan detik ini juga.

Kecuali satu yang tak masuk hitungan.

Rasa kehilangan. Apapun bentuknya. Apapun rasanya. Dari siapapun. Karena apapun.

Tapi sayangnya dia yang paling membekas dan tinggal dengan setia begitu saja tanpa perlu usaha, tak peduli betapa kerasnya usaha si empu untuk menepis.

Ah.

One thought on “Simpan Baik-Baik

Add yours

Leave a Reply to nyonyasepatu Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: