All

Salah Potong Rambut (Selesai)

Melanjutkan cerita pertama… Karena menerima respon positip pada salah potong rambut jilid satu, saya pun happy. Saking happynya, motivasi untuk mempertahankan model rambut ini semakin besar. Rambut saya ini cepat panjang. Jadi, sekitar 3 minggu setelah potong pertama, bentuk rambut saya sudah terlihat beda, cenderung kurang jelas. Bawahnya udah nongol-nongol ke luar (karena dekat bahu). […]

All

Salah Potong Rambut

Saya paling santai, atau cuek, untuk urusan mencari salon untuk potong rambut. Beda dengan teman-teman yang punya satu salon langganan yang dipercaya untuk memegang kepalanya, saya bisa pergi ke salon mana saja. Yang penting: ada jasa gunting rambut cewek, dan harganya efordebel, tidak berlebihan. Jaman SMA, saya dan teman saya bisa menyambangi salon di pinggiran […]

All

Perpisahan

Benar juga sih kata teman. Perpisahan itu tidak perlu disedihkan dengan berlebih. Tak perlu juga merasa akan kehilangan semangat hidup karena perpisahan. Toh jauh sebelum ada pertemuan, kita juga baik-baik saja. Bahwa kemudian kita sedih akan berpisah entah dengan teman atau kekasih, ingat-ingat saja kembali: kita pernah baik sebelum bertemu. Jadi, masa setelah perpisahan sebenarnya […]

All Indonesia

Bangkok – 160

Sampai tulisan ini dibuat, saya tak henti-hentinya takjub dengan alam yang mempertemukan saya dengan banyak orang baik. Tak hanya itu, banyak hal-hal yang saya rasa kurang baik, tapi kemudian menjadi baik. Ingat: baik, benar itu relatif. Dulu, saya selalu kagum dan takjub dengan salah satu senior di kantor. Mendengar suaranya di Skype call saja, saya […]

All Indonesia

Tiba-Tiba Benar

Katanya, benar itu relatif. Benar itu persepsi. Yang benar untukmu, belum tentu benar untukku. Yang benar untuk mereka, belum tentu benar untuk kita. Demikian sebaliknya. Makin ke sini, kayaknya kebenaran itu lebih kepada waktu. Sesuatu akan benar kalau sudah waktunya. Kalau belum waktunya, keliatannya dia salah. Tapi kalau waktunya sudah tiba, mau kamu bilang dia […]