Tutup Buku 2018

Sesungguhnya saya suka galau tiap jelang tahun baru. Kepikiran kok nggak ngapa-ngapain ya tahun ini, kok belum begini, kok belum begitu.

Tapi, saya baru ngeh kalau bikin postingan ‘tutup buku’ di blog ini, mulai dari mereview kejadian satu tahun terakhir, apa yang seru, ternyata bikin hati sedikit lebih adem. Walaupun ya setelah saya baca ulang tulisan saya dari tahun 2015, kalimat pertama setiap postingan selalu bernada: deg-deg-an nggak sih? Haha.

Jadi, tahun ini saya rasa tulisan ‘tutup buku’ ini lebih kepada “perlu” bikin, daripada “pengen”. Mari jadikan ini tradisi.

Khusus tahun ini, yang ingin disyukuri adalah kesempatan jalan-jalan di beberapa tempat yang semuanya istimewa. Menjadi istimewa karena banyak tempat baru dan memori indah yang saya dapatkan saat berkunjung.

Juga istimewa karena setiap tempat merekam banyak cerita di baliknya. Mulai dari yang huru hara haru sampai yang bahagia. Jadi, menuliskan kembali list tempat ini betul-betul jadi review penting saya terhadap tahun ini. tarik nafas

Maret sampai September di Bangkok

Beberapa yang ngikutin, udah tau kali ya, perjalanan ke Bangkok yang juga menambah chapter baru di hidup saya karena saya menetap di sana kurang lebih 6 bulan. Selama di Bangkok, banyakan ke night market. Luar kota yang dikunjungi hanya Ayutthaya dan Hua Hin. Bagi saya, Bangkok lebih nyaman ditinggali dibanding Jakarta karena infrastrukturnya yang lebih maju dan baik. Contohnya, budaya ngantri yang sangat baik di sini. Senang!

Mei di Jogjakarta

Kalau ini perjalanan mengikuti kegiatan komunitas pekerja muda dari seluruh Indonesia. Lebih dari 200 peserta berkumpul di sini dengan berbagai kegiatan seru. Yang paling berkesan untuk saya, pesta di tengah kampung tengah malah di bawah sinar rembulan sembari diiringi live musik dangdut.

September di Semarang

Kalau ini, perjalanan menyambut datangnya hari “kelulusan” dari kantor lama. Baru menyambut ya, belum dateng tu harinya waktu itu. Haha. Serunya di sini, pas main di air terjun. Pertama kali ya saya ngerasain ‘ditimpa’ air sedemikian banyaknya dari atas yang dinginnya luar biasa. Iya baru kali itu main di air terjun. Jalan-jalan keliling Semarang naik motor juga super seru. Biar kata orang panas banget, saya mah happy-happy aja.

Awal Oktober di Jepang

Oktober tahun ini saya kembali menginjakkan kaki di Jepang setelah tahun 2009 silam. Dan selalu senang rasanya kalau ke Jepang. Bersih, kereta yang padat, onigiri yang enak. Paling berkesan waktu bisa ketemu teman jaman sekolah di Cina tahun 2015 lalu. Kontak-kontakan di Instagram membawa kami ketemu juga. Seneng banget.

Oktober di Medan

Sekitar semingguan setelah pulang dari Jepang, saya ikut kegiatan komunitas agama saya di Medan. Pesertanya kali ini 1.000an orang dari seluruh Indonesia. Kali ini pesertanya segala usia, jadi mama saya pun ikutan.

Di salah satu mata acara yang mengundang Gubernur Sumut, saya jadi MC bersama kawan. 10 menit sebelum acara mulai, kami pontang panting karena rundown acara mendadak harus diubah karena menyesuaikan jadwal Pak Gub. Dari yang deg-degan, bingung, sampe udah pasrah. Haha. Padahal malam sebelumnya saya masuk angin parah sampai mual karena fisik yang kurang fit. Tapi syukurnya semua berjalan lancar. Saya pakai baju khas Sumut juga!

Akhir Oktober di Bali

INI baru perayaan hari kelulusan saya! Saya nulis panjang soal trip ini di sini. Seru sekali perjalanan kemarin. Makna trip ini, berikanlah dirimu sesuatu yang paling menggembirakan setelah kamu menyelesaikan sesuatu yang berat. :D.

Ubud, Penida, dan sekitarnya

November di Kuching

Trip ini lanjutan setelah saya selesai kerja, lalu balik ke Pontianak. Perjalanannya sih untuk nemenin Ibu saya medical check up. Meskipun ini di luar negeri, tapi rasanya Indonesia atau malah Kalimantan banget. Dimana-mana ketemu orang Pontianak atau kota di sekitarnya, yang datang untuk berobat tentunya.

November di Shanghai

Kalau ini, trip pertama pasca kerjaan baru saya. Bidang kerjaan baru ini betul-betul baru untuk saya. Jadi, saya diajak untuk ikut pameran alat-alat berat di Shanghai. Tapi berhubung ini trip bersama keluarga juga, nggak berasa-berasa amat ini business trip. Lebih bener kalau ini vacation rasa business trip dikit. Seru banget sih ngeliat perkembangan Cina, khususnya infrastruktur yang memang jadi keunggulan Cina. Kata abang, flyovernya yang bertingkat-tingkat udah mirip kue lapis saking banyaknya tingkatannya. Kita pergi pas agak dingin, sekitar belasan derajat. Jadi, seru deh berasa kayak di luar negeri beneran. Hahaha.

Desember di Vietnam

Waktu mulai nulis, trip ini masih berlanjut. Sambil istirahat, saya nulis ini di handphone aja saking pengennya ngepost sebelum akhir tahun. Kali ini saya berangkat dengan Ibu saya plus teman dengan Ayahnya. Kami menjadikan perjalanan ini trip perdana kami bawa orang tua liburan. Sejauh ini, liburan kali ini memuaskan sekali khususnya perjalanan 3 hari 2 malam di Halong Bay cruise. Cakep banget itu bay-nya. Selepas dari tengah teluk, hari ini kami mendarat di Ho Chi Minh untuk bermalam 2 malam sebelum balik ke Jakarta. Detil ceritanya butuh halaman sendiri.

Dan tentu sahaja, seperti series Netflix: Travel with My Father, banyak cerita deh kalau jalan-jalan dengan orang tua. Antik tapi seru. Kayaknya sih orang tua kami senang-senang aja. Mudah-mudahan betulan senang. :).

Tutup tahun

Cerita di balik tiap perjalanan di atas, nggak saya singgung di cerita. Tapi asli deh, rata-rata penuh emosi sampe bikin babak belur haha. Cuman, kalaupun lebih banyak tempat yang bisa saya datangi tahun depan, saya siap banget babak belur lagi kok, buat nabung maksudnya. 😋. Yang emosinya, mudah-mudahan berkurang. (AMIN).

Akhir tahun nanti, akan saya dan Ibu rayakan di Megamendung, Bogor, dengan ibadah tengah malam bersama umat lainnya. Waktunya saya bersyukur bahwa tahun 2018 berjalan menyisakan saya yang tetap sehat, kuat, dan bisa waras memetik pelajaran dari semuanya.

Dan, dari semuanya, tahun ini mengajarkan saya:

Bagaimanapun tahun yang kita lalui selama 365 hari, mengenang hal baik dan berlapang dada atas yang kurang, sungguh perlu dilakukan. Paling enggak, supaya kita bisa menutup tahun dengan kata: Terima kasih.

Selamat tahun baru, untuk kamu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: