Aziz Ansari – Modern Romance

Finding someone today is probably more complicated and stressful that it was for previous generations – but you’re also more likely to end up with someone you are really excited about.

***

Modern Romance adalah kolaborasi Aziz dengan sosiolog, Eric Klinenberg. Ada sosiolog sebab buku ini bukan berisi tulisan lucu dan kocak seperti yang saya bayangkan (mentang-mentang ditulis Aziz). Sebaliknya, sebenernya ini buku yang agak serius karena berisi hasil penelitian Aziz dan Eric mengenai kisah hubungan asmara orang-orang jaman sekarang, khususnya di belahan Amerika, dan di beberapa belahan dunia pada umumnya. Ada sih bagian lucunya sedikit, pas Aziz nyelutuk-nyeluutuk aja.

Buku dimulai dengan premis; pencarian pasangan makhluk hidup jaman sekarang jauh lebih rumit karena kita (yang masih jomblo) punya banyak sekali pilihan (mengacu pada tren Tinder/dating app), semakin pemilih, plus makin berekspektasi tinggi dengan pasangan/hubungan yang sedang/akan dipilih.

Kalau jaman dulu orang bisa dan mau dijodohkan dengan tetangga, kenalan satu gereja/mesjid/vihara/pura/kelenteng/komunitas lainnya, atau dikawinkan dengan orang yang belum pernah dikenal sekalipun lalu hidup bahagia selama 40-50 tahun, kisah demikian makin susah terjadi di jaman sekarang (walopun mungkin ada). Terlebih, sejak Tinder lahir ke muka bumi.

Tinder lahir tahun 2011. Dua tahun setelah dirilis, Tinder melaporkan bahwa sistemnya memproses 2 miliar swipe dan 12 juta match per harinya. Fenomena Tinder yang digabungkan dengan jumlah waktu yang dihabiskan orang di perangkat digital, membuat proses pencarian pasangan semakin berubah dari jaman dahulu. Belum lagi cerita-cerita lanjutan setelah perkenalan di dating app.

Karena bersifat penelitian, buku ini juga kasih banyak data dari topik serupa. Misal, tentang: lama waktu yang dihabiskan warga tiap negara di perangkat digitalnya (dengan hasil Indonesia di urutan pertama, 9 jam per hari. Yeah.); tempat bertemunya pasangan dari tahun 1940an sampai 2000-an (seperti contoh di atas); usia orang menikah di Amerika sejak tahun 1950-2014 (yang makin ke sini makin lama nikahnya). Anyway, buku ini terbit pertengahan 2015. Jadi data ‘terbaru’ yang digunakan di sini adalah tahun 2014 akhir.

Untuk memperkuat tulisannya, Aziz dan Eric menggelar banyak riset baik online maupun offline/FGD. Sample utamanya adalah muda-mudi di New York/Amerika. Karena itu, ada bagian yang kurang ‘nyambung’ dengan kita. Sebagai penyeimbang untuk mendapatkan sampel yang lebih global, mereka juga mengunjungi Perancis, Buenos Aires, dan Jepang. So, fenomena di bumi Indonesia juga sedikit banyak terwakili di buku ini.

Habis ngomongin fase mencari pasangan, plot buku dilanjutkan dengan fase berkencan, memilih pasangan, berkencan, hingga menikah. Jadi, cakupannya cukup dari hulu ke hilir.

Secara keseluruhan, buku ini bisa dinikmati. Apalagi, topiknya juga dekat dengan kehidupan sehari-hari di usia-usia sekarang ini. Ya mulai dari perjalanan mencari pasangan, iklim per-Tinder-an, dan cerita soal kisah unik orang-orang di belahan dunia lain soal fenomena ini somehow bikin kita (saya) nggak merasa sendiri-sendiri amat. :))).

*

OKE!

Demikian ringkasan buku Aziz.

PS: Sambil baca, saya juga ngecek lagi update soal kasus sexual harrasment pasca gerakan #MeToo yang melibatkan Aziz dan sempat heboh beberapa waktu lalu (persis cerita Mitch Kessler di The Morning Show – nonton deh, seru!). Namun, the book is fine though, so I’ll put that part aside.

***

We’re spending so much time with our digital devices because we’ve all developed our own personal “phone worlds”. And now that our phone worlds are integral to even the most mundane of tasks, of course, they are also a big part of where we live our romantic lives.

4 thoughts on “Aziz Ansari – Modern Romance

Add yours

  1. Aku suka banget buku ini! Dan gw juga suka banget serial Master of None. Makanya pas ada kasus #MeToo sangat disayangkan ya, walopun menurut gw… hmm ya sudahlah. Salut sama Azis yang kembali bikin standup special setelah kasus itu.

    Liked by 1 person

    1. Iya sama aku juga salut pas denger dia nyinggung kasus itu di standupnya. Seneng juga ketemu yang suka sama Master of None!

      Anyway gue udh slsai baca Tiffany. Kocak, walopun dark juga ya kisah hidupnya. Kalau ada rekomendasi buku asik lainnya, boleh banget nihh! Skrg lagi baca Seriously.. I’m Kidding-nya Ellen. Koplak juga tuh haha.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: