Kalau Boleh Jujur

Berita kemarin, agak emosional ya. Pertama, ibunya Pak Jokowi meninggal dunia. Nggak tahu lagi harus gimana responnya pas baca berita ini. Kita doakan saja ya agar Pak Jokowi dan keluarga-nya tetap diberkati di masa-masa sekarang ini.

Kedua, kolega si kakak, Bapak usia 40an tahun, juga meninggal. Untuk yang ini, efeknya lebih kepada emosi pen marah, sebab terjadi lagi seperti kekesalan saya di tengah berita BCL. Di Whatsapp, spekulasi macam-macam soal si Bapak yang meninggal udah kemana-kemana. Belum lagi fotonya yang sudah tidak lagi dalam kondisi baik, plus foto keluarga, sampe vidio dari balik kaca waktu jasad si Bapak lagi diurusin orang rumah sakit, dikirim aja tu kemana-mana.

Ku pengen marah dan tereak. =\.

Pemimpin agama di komunitas saya, menganjurkan semua umat untuk sembahyang di rumah, 2 jam sehari, untuk mendoakan pemulihan keadaan saat ini. Waktunya sudah ditentuin, pagi dan malam. Jadi, setiap orang tinggal melaksanakan aja dari rumah masing-masing. Saking pikiran saya udah mbulet tiap kepikiran ini (kenapa ini terjadi? oh benerkah ada pihak jahat yang sengaja bikin virus? kapan ini semua selesai?), saya, akhirnya, melaksanakan sembahyang ini juga.

Di tengah berdoa, pikiran saya tentunya muter kemana-mana. Termasuk isi yang ada di postingan ini.

Dulu, waktu saya kerja di kantor dengan jam kerja 12 jam sehari, 6 hari seminggu, saya selalu cari motivasi untuk bisa semangat melewati hari-hari. Cara yang paling ampuh adalah: membayangkan apa yang akan saya lakukan di hari Minggu! Mulai dari ngumpul sama temen, pacaran, jalan-jalan, nonton, masak apa di rumah, dan lain-lain. Pokoknya, saya akan memikirkan hal indah yang akan saya lakukan, di hari saya nggak perlu kerja. Cara ini berhasil membawa saya melewati ritme kerjaan itu selama hampir 3 tahun. Makanya saya bilang cara ini ampuh.

Balik ke momen saya sembahyang, saya kepikiran lagi, kayaknya saya harus melakukan hal yang sama untuk momen saat ini. Biar ada yang bisa ‘disenyumin’ dan jadi motivasi lagi supaya tetap waras sampai hari itu tiba.

**

Jadi, berikut ini adalah rencana saya ketika kita semua mendapatkan pengumuman dari WHO, kalau virus Covid-19 sudah berhasil ditanggulangi, pasien baru nggak nambah lagi, vaksin sudah didistribusikan ke semua negara secara global, yang sakit udah sembuh, dan masyarakat boleh kembali beraktivitas seperti biasanya.

Pulang kampung bareng 4 kakak saya, lalu saya akan ajakin Ibu saya makan malam di rumah makan Chinese food favorit kami. Saya pengen pesen kangkung, sapo tahu, dan kepiting. Di rumah, saya akan minta Ibu saya untuk masakin kangkung (iya, saya anak kangkung haha), plus bikin kopi susu andalan emak beliau.

Ke puncak. Bukan, bukan untuk ‘liburan’ kayak orang Jakarta kemaren (yang agak-agak ga jelas). Setelah semua keriuhan ini, saya perlu mengucapkan terima kasih untuk pemuka agama saya karena mungkin saya bisa tiba di hari ini karena himbauannya untuk sembahyang 2 jam sehari. Kebetulan, pusat kegiatannya di Bogor.

Lari pagi. Saya pengen lari pagi, jam 7 pagi di kompleks tempat saya tinggal. 30 menit aja deh. Ini bukan lari biar sehat. Tapi lari sebagai ucapan terima kasih kepada alam dan udara karena sudah bisa saya hirup dengan bebas tanpa perlu disaring oleh masker.

Pelukan! Setelah absen bahkan untuk tos-tosan sama ponakan saya yang masih bocah, saya akan peluk ponakan saya yang gembul-gembul itu. Plus menghampiri teman-teman baik saya, untuk saya peluk.

Udah, itu aja. Travelling juga mungkin masuk ke kegiatan yang akan kembali saya lakukan. Tapi itu bisa nunggu lah, setelah yang 4 di atas udah dikerjakan.

**

Menutup tulisan, ada kutipan bagus dari buku Oprah yang lagi saya baca. Judulnya “What I Know for Sure?”.

Whatever you’re going through, you will do just that: go through it. It will pass. So, say thank-you now. Because you know the rainbow is coming.

:)))))

2 thoughts on “Kalau Boleh Jujur

Add yours

    1. Tapi tiap kali mau stress rasanya ngga enak hati apalagi kalo baca twit2 orang soal kehidupan petugas medis saat ini, padahal ya sebenernya begitu rasanyaa. 😂😂.

      Soal Pak Jokowi, iya Mba. Berat bener yaa masa-masa sekarang ini. Ngga kebayang.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: