Eksperimen Resep

[Updated: berhasil bikin kue karamel, di percobaan ketiga]

Karena waktu luang yang bertambah banyak, niat saya cobain beberapa resep pun akhirnya terlaksana. Ada yang berhasil, ada yang gagal banget.

Gila ya, pas bikin kue, khususnya pas berhasil, senengnya itu ya kok bisa seneng banget. Olahan resep yang paling sukses di saya adalah donut kentang. Walaupun awalnya sempat deg-degan karena adonannya nggak cantik, rupanya setelah digoreng, adonan saya jadi donut beneran. Saking senengnya, saya sambil joget-joget pas goreng donut. Haha.

Ini hasilnya (yang berhasil)!

***

Nah, terlibat dalam dunia dapur-dapuran ini ternyata membawa saya ke beberapa penemuan baru yang nggak pernah saya ketahui sebelumnya. Di antaranya…

Kalis

Entah kenapa, saya masih terpana dengan kosakata yang satu ini. Seumur-umur, saya nggak pernah denger kata “kalis”. Baru di resep Cookpad bagian donut kentang, saya ketemu kata ini.

Waktu bikin resep donut kentang, saya baru ngeh, kata ‘kalis’ ini sebenernya sering saya temukan jaman dulu. Bapak saya suka bikin kue basah. Pas ngadon, targetnya adalah supaya adonan jadi kalis. Cuman saya waktu itu nggak tau itu ‘adonan nggak nempel di tangan’ itu namanya ‘kalis’. Lagipula, dulu kan pakenya bahasa rumah ya (Tiochew), jadi makin lah beda kata-katanya.

Kata yang paling mendekati ini sebelumnya adalah nama temen saya “Calistya (baca: kalistia)”. Nggak pernah kebayang ada penggalan kata dari namanya yang jadi kosakata penting di dunia permasakan. Makanya tiap nyebut kata kalis, saya inget temen saya.

Sampai detik ini, saya masih terpana sama kata ‘kalis’. Hahaha.

Baking soda vs baking powder

Saya suka banget makan Kue Karamel atau yang sering disebut Sarang Semut. Walaupun visualnya saya nggak suka (karen trypophobia), tapi saya suka banget kue ini. Saudaranya kue ini ya Bika Ambon.

Di tengah pandemi, resep bikin kue karamel tanpa oven / panggangan / mixer pun berseliweran di internet. Saya pun bikin kue ini berdasarkan resep dari Youtube.

Percobaan pertama saya, gulanya nggak jadi karamel. Alih-alih warna coklat, jadinya warna kuning pucet. Kue karamel saya berubah jadi dodol labu.

Percobaan kedua, gulanya berhasil jadi karamel. Coklat tua. Tapi, tetap teksurnya kayak dodol labu, seperti percobaan pertama.

Alhasil, saya comment video Youtube yang saya jadikan referensi. “Salah saya apa ya. Kok udah 2 kali nyoba, kuenya nggak ada sarang-sarangnya”.

lalu saya resmi jadi “bunda” :’)

Setelah saya telaah, rupanya resep ini mengharuskan saya pakai “baking soda”. Sementara yang saya pakai adalah “baking powder”. Waktu beli di supermarket, saya nggak tau kalau keduanya beda. Saya pikir karena namanya sama-sama “baking”, ya udah sama aja.

Eh ternyata beda. Hahaha.

Jadi, rencananya Sabtu ini, saya akan bikin lagi percobaan ketiga, dengan baking soda. Semoga berhasil!

(update: udah berhasil berkat pakai baking soda, fotonya di atas!)

Resep oh resep

Pada satu malam, saya tiba-tiba pengen bikin donut lagi. Mengingat donut pertama berhasil dengan sempurna, saya pun semangat mengulang kesuksesan yang sama.

Anyway, resep donut kentang pertama saya menghasilkan donut yang buanyak banget. Total 28 biji, dan besar-besar. Jadi, donutnya saya bagikan ke 4 kepala keluarga (abang-abang saya maksudnya).

Nah, di percobaan kedua, karena saya bikinnya malam-malam, dan pengen buat saya sendiri aja, saya pun melakukan sedikit modifikasi.

Saya nggak pakai kentang (karena malas ngukus, plus teman saya bilang, kalau nggak pakai kentang mungkin donut nggak jadi keras keesokan paginya). Lalu, saya kurangin resepnya jadi 1/3. Semua rasionya saya jadikan 1/3.

Hasilnya….

Bahahahaha. Jauh banget hasilnya sama yang pertama. Setelah saya ceritain ke temen saya, dia cuma bilang, kalau nggak pakai kentang, ya beda lagi resepnya. Jangan pake resep donut kentang.

Ya, saya nggak kepikiran sih. Saya pikir, cukup kurangin kentang aja, lalu yang lainnya tetap. Mungkin saya bikinnya dengan konsentrasi yang udah nggak ok juga, jadinya donutnya jadi donut garing gosong. Haha.

Dari ini, saya memetik pelajaran bahwa, resep itu betul-betul kayak titah yang harus dilaksanakan dengan baik. Nggak boleh seenak jidat diganti-ganti (kalau ngurangin kadar gula, atau kadar susu, biar nggak terlalu manis, mungkin nggak papa ya). Apalagi kalau yang masak, masih amatiran banget kayak saya.

Dan tentunya, salut banget untuk semuanya yang menemukan resep makanan enak, dan membagikannya untuk orang lain. Terima kasihhh.

Barangkali ada yang mau cobain resep-resep ininya. Kalau yang di bawah ini, jelas-jelas sudah saya coba dengan takaran mereka. Hasilnya, oke. Jadi silakan dicoba. :)

Cookpad – Donut kentang
Youtube – Pie susu teflon
Youtube – Kue bolu karamel sarang semut

Kamu udah masak apa?

2 thoughts on “Eksperimen Resep

  1. Alm. Mbahku rajin banget bikin kue karamel, aku kira dulu dia aja yang namain itu kue karamel, ternyata emang namanya kue karamel ya ahaha. Karena selalu keingetannya caramel versi “western” yang liquid atau bentuknya agak kayak nougat gitu. Thank you for sharing Mbak, reminds me of my good childhood memories with my grandma. Salam kenal dari follower baru!

    Liked by 1 person

    1. Aku dulu malah taunya itu ‘sarang semut’. Baru belakangan tau namanya ‘kue karamel’. Haha. Glad to bring such a sweet memory to you, Dhania. Salam kenal juga ya! :)

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s