Teman Ngobrol

Source: Pixabay

Selain keberadaan kuota dan jaringan internet yang mumpuni untuk bisa jualan dari rumah, live streaming film, nonton tutorial Youtube masak-masak atau gunting rambut, menurut saya ngobrol juga satu kebutuhan penting untuk manusia jaman sekarang.

Saya sudah tinggal di kota baru ini sekitar 1,5 tahun. Kayaknya saya pernah cerita ya, temen saya di sini tu dikit banget. Nggak sampai 1 tangan. Kalau sama temen kantor yang temenannya murni waktu lagi ngantor, ya nggak sampai full 2 tangan dan 2 kaki. Sementara, aslinya saya pikir saya nih anaknya suka ngobrol. Lalu, gimana cara saya bertahan?

Untungnya temen saya yang jumlahnya nggak lebih dari 1 tangan itu, baik-baik. Kalau saya lagi bosen, biasa saya bisa ngajak mereka jalan, ngumpul, makan, atau muter-muter keliling kota. Untungnya lagi, temen saya yang nggak satu kota juga baik-baik. Kalau saya chat, balasnya cepet. Kalau udah balas, bisa chat-chat bolak balik. Kebutuhan ngobrol, walaupun virtual, pun tercukupi berkat kebaikan mereka.

Di tengah pandemi ini, saya pun mendapatkan keseruan ngobrol dengan kenalan baru. Ini adalah kenalan yang bener-bener jumpa muka pun saya belum pernah. Siapa lagi kalau bukan Mba Noni. Temen Podcast saya 3 bulan terakhir ini. Yang karena kesenengan kami di Podcast, berlanjut ke acara bikin series Podcast bareng yang cukup niat, dengan topik…

Life as a married & single woman

Tara!

Topik ini artinya udah ‘literal’ banget, kalo kata anak gaul cabang Jaksel. Isi series ini ya segala macam warna warni kehidupan perempuan yang sudah dan belum menikah versi Mba Noni dan saya.

Untuk bahasan pertama, saya dan Mba Noni membahas soal online dating, atau dating app. Tentunya untuk topik ini, cukup mengena untuk saya, dan kamu, yang masih single dan berusaha memecahkan mister bernama ‘jodoh’. Online dating ini dulu pun sempat jadi salah satu ‘wadah’ saya untuk memutus rantai kejombloan ini. Kelanjutannya gimana? Nah ini episodenya.

Setelah episode pertama diluncurkan, saya dan Mba Noni kebanjiran topik yang ingin dibahas. Jadi, episode kedua mulai ada variasi, yakni pake bikin polling di Instagram. Kali ini, topiknya soal Perjodohan. Bahasan ini seru menurut saya. Soalnya berasa banget hitam putihnya. Ada yang setuju, ada yang enggak. Pengalaman Mba Noni soal ini pun seru. Dan, mungkin juga, karena udah episode kedua, tektok-an kita lebih dapet. Mungkin loh yah. Coba deh kamu bandingin di sini :).

Sebagai anak perempuan satu-satunya di rumah, sesi ngobrol dengan Mba Noni ini sebenernya sangat nyenengin. Kalau ada yang posisinya sama kayak saya, mungkin bisa berasa ya gimana senengnya kamu kalau ketemu sosok ‘kakak perempuan’ yang bisa diajak ngegosip soal hal serius atau nggak serius. Temen ngobrol iya, kakak-kakak-an juga iya.

Lalu, kadang pun saya juga sebenernya banyak pertanyaan seputar pernikahan. Cuman, kan nggak lucu kalo nanya ke kakak ipar, agak ada conflict of interest juga, entar dilaporan lagi sama abang, haha. Berhubung temen ngobrolnya sudah nikah, pas banget deh bisa langsung crosscheck. Nah, kira-kira begitu rasanya pas kita ngobrol-ngobrol buat Podcast ini.

Rencana Mba Noni dan saya sih, pengen Podcast ini bisa terus berlanjut dengan episode baru tiap minggu. Tapi, namanya manusia, kadang rencana tinggal rencana. Demikian pula rencana macam ini.

Hmm, kita liat aja deh! Haha.

Selamat mendengarkan! :).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s