Bunyi dan Lagu

Saya termasuk orang yang nggak bisa tidur kalau nggak ada suara. Jadi, tiap kali tidur, pasti harus ada lagu yang saya nyalakan. Volumenya kecil aja, yang penting ada.

Pembuka tadi kira-kira untuk menggambarkan betapa saya suka banget dengerin lagu. Jaman kuliah dulu, kalau bikin tugas, saya pasti sambil denger lagi. Jaman kerja, saya juga denger lagu, biar lebih konsen. Kalau lagi baca, saya juga suka muter lagu (atau melodi aja biar konsen). Makanya, saya heran banget kalau ada yang bisa nyetir mobil tanpa ada suara apapun (lagu / radio), dan nggak ada yang saling ngobrol di mobil! Bisa dibilang, ketika berada di sebuah ruangan untuk beberapa waktu, dengan situasi yang sangat sunyi, saya mudah merasa gelisah.

Untuk saya, lagu itu magis. Bisa bikin yang hepi jadi sedih, bikin yang sedih jadi hepi, bikin yang sepi berasa ditemani, atau sebaliknya. Yang lagi ditemani tiba-tiba berasa sepi. Coba tu misalnya tiba-tiba lagi ngumpul, lalu keputer lagu masa lalu kamu, yang langsung bikin perut sedikit mules. :D. Nah, di saya bisa begitu tu, musik.

Meskipun suka denger lagu, saya nggak pernah tau banyak tentang sejarah musisi yang saya ikuti lagunya. Saya juga nggak tahu soal jenis aliran musik yang ada di muka bumi, selain pop atau RnB. 3 tahun terakhir, saya baru mulai menikmati blues, jazz, atau folk, dan beberapa musik indie. Tapi itupun sekedar suka aja, nggak sampai ngefans atau garis keras banget ngefansnya.

Sampai jaman SMP, saya nggak banyak terekspos dengan musik barat dibanding teman saya kebanyakan. Perkenalan saya dengan musisi asing, saya inget betul, waktu salah satu abang saya membeli CD Westlife dan Backstreet Boys. Waktu saya dengerin, saya langsung suka! Kebetulan, jaman dulu udah ada internet dan PC. Jadi, kerjaan saya tiap hari adalah download-in lirik lagu itu di azlyrics.com. Nggak lama setelahnya, saya mulai downloadin lagu di MP3 (bajak, jangan ditiru) dari musisi yang sama.

Memasuki masa kuliah, kenalan saya bertambah, referensi musik pun bertambah dari dua boyband tadi.

Memasuki era digital, saya mulai suka bikin playlist di platform musik digital. Tapi, kok nggak konsisten juga aliran musiknya, melainkan lebih kepada playlist sesuai mood.

Jadi intinya, saya pecinta musik level basic. Yang suka denger, tanpa tahu banyak. Murni menikmati saja.

Ini playlist terakhir yang saya bikin. Judul playlistnya 2020.

Siapa tau kalian mau intip, ada di Apple Music!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s