TV Series Kurang Favorit

Sebenernya topik hari ini adalah untuk TV Series favorit. Untuk ini, saya punya beberapa jenis serial yang saya suka nonton. Kira-kira, itu adalah yang cerita lucu, cinta-cintaan, kriminal, tentang hidup, atau stand up comedy juga saya suka. Saya pernah menuliskan tentang TV Series favorit saya di sini.

Review, TV Series

Nah! Tapi saya belum pernah nih ngomong TV series yang kurang saya suka. Alasannya sih bukan karena jelek. Karena menurut saya, nggak ada film yang jelek. Apalagi kalau mengingat kerja keras para tim produksi film. Kok kayaknya nggak layak ya, kita yang tinggal pencat pencet dari HP atau TV buat menikmati karyanya, dengan mudahnya bilang “jelek banget filmnya“. Nggak pantes gitu rasanya.

Beberapa aliran film ini jarang saya tonton karena kurang bisa saya nikmati, dan kurang relate sama kesukaan dan hobi saya, mungkin.

Yang pertama, dokumenter. Saya tau beberapa temen yang suka banget dengan dokumenter. Mulai dari dokumenter tentang alam, sejarah, binatang, dan sebagainya. Untuk saya, dokumenter itu susah dinikmati karena berat, dan banyak narasinya. Makanya, kalau ada yang suka nonton, saya percaya, teman-teman saya ini adalah orang yang pintar. Tapi, saya tau kok, kekuatan dokumenter adalah di gambarnya. Banyak banget tayangan dokumenter yang bagus banget visualnya. Apalagi kalau tentang alam.

Saya sempet nonton beberapa dokumenter, yang cukup berkesan untuk saya. Yang paling saya inget adalah Period. End of Sentence, di Netflix.

Film dokumenter ini menceritakan tentang perempuan India yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan pembalut secara bebas di pasaran. Hal ini karena di sana, menstruasi masih dianggap sebagai sesuatu kotor. Alhasil, setiap menstruasi, banyak perempuan, khususnya di kampung, yang hanya bisa menggunakan pembalut buatan sendiri dari kain yang kurang bersih dan beresiko membawa penyakit. Kalaupun ada pembalut seperti yang kita temukan di pasar, harganya terlalu mahal. Dari situlah, datang sebuah komunitas yang mengajarkan penduduk di satu kampung, cara membuat pembalut yang bersih, dengan bahan-bahan yang mereka datangkan, kemudian dijual ke masyarakat dengan harga sangat terjangkau.

Saya suka dokumenter ini karena ceritanya cukup relatable. Kamu juga bisa baca lebih detil tentang fenomena menstruasi di India, di artikel BBC ini.

Kemudian, aliran lain yang susah saya nikmati adalah sci-fi, seperti Star Trek, Star Wars, dan kawan-kawannya. Tapi, 2 bulan lalu, saya coba nonton Star Trek. Soalnya ‘kan belakangan saya mulai ngelirik Elon Musk. Jadi, kayaknya nggak ada salahnya membuka diri pada pesawat luar angkasa. Haha.

Podcast – Review Buku Biografi Elon Musk

Ternyata, dugaan saya tentang Star Trek itu salah. Saya nggak punya harapan dan bayangan sih, akan seperti apa serial ini. Begitu saya tonton, ternyata ada juga drama cinta-cintaannya, walaupun di luar angkasa, berlatar planet, dengan baju-baju astronot. Anyway, saya nonton Star Trek: The Original Series, yang tahun 1965. Jadi, kebayang kan jadulnya kayak apa, termasuk pesawat-pesawatnya. Begitu nonton, saya lebih merasa lucu dan penasaran dengan produksi film Star Trek jaman segitu. Cuma tahan 3 episode, belum saya lanjutin lagi.

Terakhir, aliran yang saya nggak bisa nikmati adalah horor. Stress aja nonton kaget-kagetan. Thriller juga bikin stress!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s