Gaya Bebas

Topik nulis hari ini soal gaya. Karena gaya itu bisa macem-macem, mungkin saya akan bahas aja soal gaya pakaian dan gaya pertemenan.

Kalau gaya pakaian, aliran saya adalah gaya simple, santai, biasa. Haha. Ketauan ya malesnya? Maksudnya, padu padan pakaian saya adalah celana panjang / rok selutut, atau kaos atau.. kaos. Iya, stok pakaian saya yang paling banyak adalah kaos. Biasa di sini juga pakaian yang nggak ribet. Jadi, saya juga suka beli dress yang semata kaki atau yang lebar-lebar, biar nggak ribet kalau duduk karena takut keliatan lekukan perutnya.

Lengan saya juga besar, tapi saya tetap suka pake baju / dress kutungan. Soalnya, tinggal di daerah tropis, sepertinya pakaian model ini yang paling nyaman untuk dipakai.

Untuk warna, pilihan saya berganti-ganti. Kayaknya sesuai kedewasaan dan tontonan. Haha. Dulu, saya pernah suka warna serba ungu atau cerah mentereng. Kemudian, saya sempat suka warna coklat. Jadi, baju, blouse, tas, dompet, alas kaki, banyak yang warna coklat. Di masa ini, saya lagi gila-gilanya dengan Sex and The City. Jadi pengen tampil dewasa ala New Yorkers (walaupun tentunya nggak mirip lah ya. Haha). Kemudian, saya suka warna hijau, atau yang dibilang forest green. Di masa ini juga, yang saya beli-beli banyak berwarna hijau hutan. Sekarang, pilihan warna saya lebih kepada hitam, abu, putih, kuning mustard, hijau juga masih. Yang netral aja. Oh yah, saya juga pernah suka dengan stripes atau garis-garis. Jadi segala macam variasi warna garis, jadi mayoritas kaos saya.

Kalau gaya pertemanan, saya paling suka yang bebas drama, dan netral-netral aja. Rasanya, saya sih jarang berantem sama temen. Rasanya loh yah. Haha. Tapi, saya sering jadi mediator untuk teman yang berantem. Walaupun ujung-ujungnya mereka yang berantem tetap berantem, saya tetap baik-baik aja, berteman dengan keduanya. Jadi, aliran pertemanan saya, seperti aliran baju saya adalah, simple, dan santai.

Soalnya, saya percaya, berteman harusnya jadi hal paling menyenangkan dan membahagiakan. Makanya, kalaupun kita ditegur atau berantem sama teman, ujung-ujungnya pasti akan tetap menyenangkan, karena kita tau itu semua adalah bagian dari pertemanan. Kalau udah tidak mendatangkan kesenangan dan kebahagiaan, mungkin perlu dipertimbangkan ulang. Gitu nggak menurutmu?

4 thoughts on “Gaya Bebas

Leave a Reply to vinnydubidu Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s