Cinta Pertama

Cinta (monyet) pertama in terjadi jaman SD. Jaman hidup masih simple banget, nggak paham jatuh cinta, nggak paham patah hati, nggak kepikiran masa depan. Yang bikin gundah cuma gimana caranya dapet uang jajan buat beli mainan ‘bongkar pasang’, atau gimana ijin ke Bapak atau Ibu karena pengen main-main di rumah temen. Sederhana!

Jaman itu dulu saya pernah naksir satu cowok. Sebut saja, namanya Pohon. Pohon ini punya senyum manis, pintar, dan supel, ramah kepada semua orang. Mungkin karena itu, saya jadi naksir!

Permasalahannya, temen-temen saya juga banyak yang naksir sama Pohon, dan menurut saya, mereka itu jauh lebih cakep daripada saya. Apalagi, di jaman itu, bentukan saya berantakan, jadi saya minder bener lah sama si Pohon. Jaman itu belum kenal self esteem, self respect, apalagi be yourself. Jadi, menjadi hitam, bulat, keriting, sungguh adalah sebuah problema! Karena minder, saya nggak berani melakukan pergerakan ke si Pohon. Kalau si Pohon ngajak ngomong, saya hepi banget. Tapi kalau nggak ngomong, ya saya hanya memandang dari jauh.

Mendekati kelulusan, ada kerusuhan berbasis SARA di Kalimantan, yang juga menyebar di kota saya. Di momen itu, banyak teman-teman saya yang pindah keluar dari Pontianak karena merasa terancam. Salah satu teman dekat saya, pindah, termasuk pula si Pohon.

Sejak itu, saya nggak pernah tau lagi kabar si Pohon. Di era sosial media ini, saya pernah coba search nama Pohon, tapi nggak pernah ketemu. Sampai sekarang.

Oh first (monkey) love! You do stay!

One thought on “Cinta Pertama

Leave a Reply to Nurul Fitri Lubis Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s