Indonesia Vinny  

Akhir Maret 2021

Halo! Apa kabar? Tiba-tiba kangen ingin menyapa temen-temen yang masih rajin ngeliatin tab ‘reader’ di website WordPress, atau ngecekin blog dari HPnya. Semoga sehat selalu.

Gimana nih, berasa nggak tiba-tiba udah Maret 2021? Atau malah, lama banget perjalanan jelang Maret 2021? Kalau saya sih, cepet banget. Besok udah masuk bulan keempat tahun ini, atau seperempat tahun 2021 sudah kita lewati.

Sebenernya, bulan ini dan bulan-bulan sebelumnya (selama pandemi) nggak banyak bedanya. Dari perasaan, masih hepi-hepi aja. Dari aktivitas, juga segitu-gitu aja. Sisi kesehatan, syukurnya juga baik-baik juga. Saya dokumentasikan aja di postingan ini.

Sehari-hari

Kantor saya menerapkan jadwal WFH sementara. Kalau case naik, WFH. Kalau landai, ngantor. Mungkin ini bukan pilihan yang tepat. Tapi saya sangat paham, prosedur WFH bukan milik semua perusahaan. Yang sudah familiar dengan koordinasi via email, dokumentasi via cloud, mungkin bisa menerapkan WFH dengan lebih mudah dan tetap efektif. Tapi, untuk yang tidak, apalagi yang di daerah, kebijakan WFH beresiko mengganggu flow kerja perusahaan karena banyak prosedur non-digital yang sudah berjalan bertahun-tahun. Meskipun sudah cukup beradaptasi, ternyata ada beberapa kebutuhan bekerja di kantor, yang tidak bisa digantikan dengan WFH. Makanya, jadi WFH sementara. Hari ini, WFH terakhir saya setelah 2 minggu. Besok, saya mulai masuk kantor lagi.

Waktu luang

Setelah saya amati, saya kok merasa waktu luang saya akhir-akhir ini jadi sedikit. Bukannya belagu, saya tahu perihal waktu itu sepenuhnya menjadi kuasa saya. Tapi seringkali saya hanya bisa menyisakan 2-3 jam saja dalam sehari sebelum saya ngantuk, untuk melakukan hal-hal santai, seperti baca buku, atau nonton. Sebagai orang yang gampang banget tidur, kadang ya 2-3 jam itu jadi 1 jam. Soalnya keburu ketiduran pas baca atau nonton. Selebihnya, saya bekerja, bersih-bersih, makan, ngobrol dengan mamak, dan mengerjakan tugas lain di komunitas saya. Segitu aja ternyata cukup bisa menyita waktu. Tapi tentunya saya bersyukur masih bisa punya banyak aktivitas. Menurut saya, hari / waktu yang berlalu dengan cepat adalah indikator cara menjalani hidup yang baik!

Buku

Baca buku juga jadi jarang belakangan. Soalnya itu, suka ketiduran. Bulan ini, saya baca buku Klara and The Sun dari Kazuo Ishiguro. Buku ini bercerita tentang kehidupan masa depan dimana setiap anak memiliki seorang AF (Artificial Friend) untuk menjadi temannya. Klara, seorang AF, adalah tokoh utama di buku ini. Meskipun produksi edisi lama dengan keterbatasan fitur, Klara punya kemampuan observasi, kognitif, dan empati, yang mendekati manusia. Kalau suka Black Mirror atau aliran film sci-fi, mungkin buku ini menarik. Ada sedikit drama juga. Overall, ok aja, menurut saya, nggak sampai wow.

Semalam, saya melanjutkan bacaan ke buku Sapiens : The History of Humankind karya Yuval Noah Harari. Oleh yang saya follow, buku ini banyak jadi rekomendasi. Sebagai yang kurang mencintai sejarah dan antropologi, buku ini sebenernya agak susah saya cerna. Cuman, ada beberapa bagian buku ketika Yuval mengaitkan kebiasaan manusia sekarang dengan manusia di masa 70 ribu tahun lalu, misalnya, yang ternyata mirip; yang membuat saya tertarik melanjutkan. Walaupun, kayaknya akan lebih mudah kalau saya baca buku versi Bahasa Indonesia. Tapi ya kepalang sudah beli Bahasa Inggris, coba saya selesaikan dulu saja. Biar nggak rugi. Hihi.

Olahraga

Oh ini yang agak baru. Belakangan, saya punya teman olahraga baru, Maria. Awalnya, kami sering ke taman untuk jalan sore. Tapi karena angka Covid cukup tinggi di sini, kami mutusin untuk olahraga sendiri-sendiri aja di rumah. Tiap hari, kami gantian memilih video olahraga di Youtube dengan durasi 30-45 menit. Pilihannya suka-suka kami, kadang yoga, cardio, sampe Berty Tilarso! Pas olahraga, kami timelapse, lalu share ke masing-masing sebagai laporan. Baru jalan 7 hari dari target 30 hari. Semoga terus semangat dan nggak nyerah di tengah-tengah karena badan sakit tiap pagi.

Media sosial

Gimana hubungan kalian selama ini dengan aplikasi medsos? Masih akrab, merenggang, atau putus hubungan? Saya di fase merenggangkan yang sebelumnya akrab. Haha. Iya! Beberapa bulan ini, saya sedang mencoba mengurangi waktu melihat media sosial. Walaupun beberapa kali ini saya bahas, sama seperti teman-teman di sini mungkin, nggak mudah ya putus hubungan dengan medsos. Kadang saya pikir, medsos ini memang seperti pisau. Kadang kita bisa menemukan banyak optimisme, pesan positif, hingga harapan dari postingan media sosial. Tapi di lain kesempatan, kita juga bisa terjebak dengan pesimisme, pesan negatif, hingga rasa ingin putus asa juga karena postingan media sosial.

Memang sih, semua kembali ke kita masing-masing. Cuman ya itu, saya kok rasanya pengen yang netral-netral aja. Positif banget, enggak, negatif banget, juga ngak perlu. Mungkin solusi membuat hubungan dengan medsos menjadi renggang, adalah pilihan yang baik untuk saya.

Playlist

Terakhir, saya lagi suka denger lagu dari Youtube. Sejak ngobrol bareng Ira di podcast, lo-fi jadi pilihan saya. Semua aliran lo-fi deh, dari Korea, Jepang, Amerika, apa lagi ya? Saya cari random aja musik lo-fi di kolom search. Pilihan kedua, adalah bossa nova. Kalau lo-fi untuk kerja, bossa nova untuk saya adalah pilihan pas untuk baca buku. Nah kalau pengen agak ribut, saya suka musik di Alexrainbirdmusic. Channel ini mengkompilasi karya indie dari grup di mana-mana (nggak terbatas Amerika), dalam playlist 1-2 jam. Walopun kadang lagu yang kepalang galau, secara keseluruhan, saya ternyata suka musik-musik indie pilihan Alexrainbird.

*

Jadi panjang juga nih postingannya! Senang juga tetap punya blog untuk bercerita. Di berita, beberapa negara udah siap membuka wilayahnya untuk travelling dengan beberapa syarat. Untuk saya, berita itu cukup bikin bahagia dan memberi harapan di tahun 2021. Walopun saya tahu, banyak juga yang punya preferensi untuk mulai travelling tahun 2022 saja.

Apapun pilihannya, tetap sehat selalu bersama dengan keluarga kamu. Semoga segera jumpa!

1 Comment

  1. Ira

    Bossanova itu emang enak ya Vin buat nemenin baca buku sambil nunggu ngantuk

Leave a Reply

%d bloggers like this: