Indonesia Vinny  

Pengalaman Penyembuhan Pasca LASIK

{Updated 21 Juni 2021)

Tanggal 19 Mei 2021 lalu, saya melakukan operasi LASIK di KMN Kebon Jeruk, Jakarta. Cerita soal persiapan dan proses LASIK nggak saya ceritain di sini sebab banyak referensi cerita yang lebih komplit dan kompeten, baik di blog atau Youtube.

Profil mata :
Rabun jauh : -5.50/-5.50, cylinder 0.5/0.75
Menggunakan kacamata ±25 tahun, menggunakan contact lens ±15 tahun.

Cuman, saya mau cerita aja pengalaman penyembuhan pasca LASIK. Ceritanya juga menyusul karena tentunya setelah LASIK, sebaiknya mengurangi screen time. Karena bentuknya jurnal, mungkin nanti akan saya update lagi perkembangannya. Untuk yang sedang mikir-mikir ingin LASIK sambil membayangkan “proses penyembuhannya gimana sih?”, siapa tau tulisan ini membantu.

Satu yang penting setelah LASIK adalah menjaga mata tetap lembab karena korena yang sempat dipotong (kira-kira gitu prosesnya), akan menutup dengan normal secara alamiah. TAPI, proses penyembuhan ini akan sangat dipengaruhi oleh kelembaban mata. Karena itu, saya wajib menggunakan beberapa tetes mata selama 2-3 jam sekali selama penyembuhan. “Bagus, korneanya nggak keriput”, begitu komentar dokter waktu mengecek mata saya 1 minggu setelah LASIK.

Dari sana saya simpulkan bahwa tugas saya selama penyembuhan adalah menjaga kornea agar tidak keriput.

POST LASIK JOURNAL 

Day 1 – 19 May – Lasik Day
Pulang dari RS, saya langsung tidur, ngantuk banget rasanya, plus mata juga nggak enak untuk dibawa bekerja (baca: ngeliat). Pas bangun, sekitar 3 jam setelahnya, mata saya sangat berair dan perih, bola mata seperti ditekan, sampai susah dibuka. Saya sempat was-was, apakah terjadi sesuatu dengan bola mata saya? Untungnya, setelah saya pakai tetes mata yang diberikan dokter, sakit perlahan menghilang. Setelah agak tenang, saya rasa mungkin itu efek karena anestesi di mata sudah mulai habis (untuk operasi, anestesi hanya di mata saja, tidak seluruh tubuh). Malamnya, mata udah nggak perih / sakit lagi.

Day 2-12 – 20-31 Mei
Dalam periode ini, mata sangat sensitif dengan cahaya. Sebelum LASIK pun, belakangan mata saya cukup sensitif dengan cahaya, khususnya di siang hari. Nah, sensitivitas terhadap cahaya setelah LASIK adalah 2.5x dari biasanya. Cahaya lampu 24 watt saja bisa cukup menyakitkan. Apalagi kalau cahaya mobil di malam hari. Alhasil, dalam periode ini, saya aktif menggunakan sunglasses di dalam dan di luar ruangan, pagi dan malam hari.

Day 13 – 1 Juni
Malam ini, saya lupa kalau kornea saya baru dioperasi 2 minggu sebelumnya, jadi dengan pedenya saya nyetir malam. Dan ternyata, uwgh, cahaya malam juga sangat menakutkan. Ini yang katanya halos effect, post LASIK. Jadi, sebagai pelajaran, kalau abis LASIK, hindari dulu nyetir malam di 2-3 minggu pertama, karena selain ganggu mata, akan bahaya juga.

Day 23 – 11 Juni
Setelah mengabaikan perkembangan mata, di pagi ini, tiba-tiba saya merasa mata saya menunjukkan perkembangan yang cukup noticeable. Mata nggak sekabur biasanya. Kalau biasa pas bangun pagi mata terasa kering banget dan sangat kabur, pagi ini kaburnya normal (senormal kalau kamu baru bangun pagi). Yay! 

Day 24 – 12 Juni
Mata semakin tidak kering lagi di pagi hari. Pandangan juga semakin meningkat. Yang tadinya kurang tajam, sekarang sudah lebih tajam. Yang sebelumnya siang pun matanya kurang nyaman, di hari ini, pandangan di siang hari jauh lebih nyaman.

Day 26 – 14 Juni
Siapa menyangka kalau (maaf) belekan jadi sesuatu yang ditunggu? Saya baru ngeh juga, selama mata kering, mata saya nggak belekan sama sekali di pagi hari. Nah, karena mata mulai semakin normal selama beberapa hari terakhir : lebih lembab, pagi ini saya terbangun dengan mata… belekan!

Day 31 – 19 Juni
Tepat setelah 1 bulan LASIK, saya melakukan konsultasi 1 bulan ke dokter. Update bagusnya: pemulihan mata saya bagus. Visis saya juga sudah 20/20 (cukup cepat!). Glare yang masih terjadi dengan pandangan saya juga masih normal. Oleh dokter ini, katanya mungkin akan butuh waktu 6-12 bulan untuk mata saya sampai 100% pulih. Jadi, progress saya terbilang lumayan.
Update kurang bagus: lewat salah satu alat, dokter menemukan bahwa mata kiri saya kering (mata kanan sudah lebih aman). Flap (korena yang dipotong) terlihat kurang ok progress pemulihannya. Ingat ‘kan pesan saya di atas, tugas pasien LASIK adalah menjaga agar korneo tidak keriput. Sayangnya, ini juga yang saya tidak perhatikan karena kepalang seneng dengan progress mata saya (jangan diikuti!). Dengan pedenya, eyedrops yang harusnya dipakai 3 jam 1 kali, sudah saya kurangin jadi 2-3 kali sehari. Hasilnya ya begitu. Mata kiri ternyata masih kering.
Alhasil, pulang dari dokter, saya langsung rajin lagi paka eyedrops ke 3 jam 1 kali.

.

Sampai sini dulu updatenya.

Overall, saya menilai penyembuhan mata saya saat ini sudah 70%. Tapi sesuai kata Dokter dan artikel yang saya baca, butuh waktu 3-6 bulan sampai visis (pandangan mata) bisa 100% optimal. Masuk akal aja sih, mata yang sudah minus hampir 25 tahun tentu butuh waktu panjang untuk menyesuaikan diri dengan kemampuan melihat yang baru. Jadi, sabar aja dan tetap jaga si bola mata!

.

Referensi saya:

How does laser eye surgery work? – Dan Reinstein

PRK vs Lasik eye surgery – Procedure, Recovery and Cost?

2 thoughts on “Pengalaman Penyembuhan Pasca LASIK

  1. nyonyasepatu

    Hi Vin

    1. Vinny

      Hi, Mba Noni!

Leave a Reply

%d bloggers like this: