Dekorasi Natal
Indonesia Vinny  

Be Present

Entah karena bawaan shio, golongan darah, zodiak, atau apa, saya ini kok susah banget kalau harus be present, be at the moment, atau mungkin bahasa Indonesia-nya: santai aja.

Tiap kali lagi ngapain, selalu kepikirannya yang lain. Bangun tidur, kepikiran siang makan apa. Lagi makan siang, kepikiran besok mau ngapain. Mau tidur, kepikiran weekend nanti mau ke mana.

Karena itu, saya susah banget kalau harus melakukan kegiatan yang statis, atau tidak ngapa-ngapain. Meskipun yang ditujukan agar bisa santai. Salah satunya, berendam. Dulu saya nggak pernah mau berendam karena selain ngga ada bathtub di rumah dan merasa buang-buang air, saya suka bingung kalau harus diam-diam aja di dalam bak, baring, dan nggak ngapa-ngapain. Kalau ada kesempatan nginap di hotel, biasa bisa berendam. Walopun di hotel nggak perlu mikirin bayar air, tetap aja saya ‘segan’. Kagok aja gitu kalau disuruh santai, duduk / baring diam-diam.

Kemarin saya dengerin podcast Marlo dan Pevita Pearce pas ngebahas film Sri Asih. Di tengah bahasan tentang training fisik yang harus dijalani Pevita untuk film ini, Pevita menyatakan bahwa di samping fisik yang tambah bugar dan otot yang terbentuk, olahraga juga bikin dia melatih diri untuk be present.

Mendengar itu, saya jadi kepikiran lagi. Bener juga. Memang kalau lagi olahraga, apapun itu, pasti mau nggak mau jadi harus ada di tempat, baik jiwa dan raga. Be present ini kayaknya bikin kita lebih kalem dan nggak senewen. Jadi, di samping olahraga menghasilkan hormon yang bikin seneng, insting untuk menikmati olahraga sebenernya juga bikin kita kalem.

Di salah satu podcast dengan tamu Marissa Anita (yang saya lupa di podcast apa), Marissa juga bilang soal pemikiran hidup yang ia jalani saat ini yaitu soal: gimana kalau ini adalah hari terakhir saya? Mendengar ini nggak bikin saya seram sih. Sebaliknya, pertanyaan ini juga bikin saya agak pelan dikit untuk berpikir dan bergerak. Bener juga kan? Kalau detik, jam, atau hari ini adalah hari terakhir, masa’ iya mau ngabisin dengan mikirin bulan depan mau liburan ke mana? Mendingan kita nikmati aja apa yang lagi dimakan, yang lagi ditonton, kebersamaan dengan orang terdekat, dan hal-hal di sekitar kita.

Makanya, dengan ditulisnya pikiran hari ini, saya bertekad (lagi) untuk lebih SANTAI dan nggak perlu mikirin terlalu banyak. Yang besok bisa berubah. Yang sekarang yang udah pasti.

Selamat akhir tahun untuk semuanya!

Love,
Vinny

Leave a Reply

%d bloggers like this: