Makan Keluarga

 Berbahagialah kamu yang masih makan keluarga. Tumbuh di keluarga yang cukup ramai (7 orang, termasuk saya), kegiatan makan keluarga bukan hal yang dilakukan. Dari saya kecil, kakak-kakak saya udah berpencar untuk kerja di luar kota. Begitu pun Bapak. Kakakpun sempat tinggal dengan tante saya, karena rumah yang tak cukup untuk menampung 7 orang. Karena itu,... Continue Reading →

Whatsapp Mamak

Sebagai ibu yang bahasa ibunya bukan Bahasa Indonesia, ibu saya itu suka banget ngomong dengan bahasa Indonesia yang "antik". Apalagi kalau lagi Whatsapp-an.  Berikut beberapa contohnya. Masih ngakak kalau inget momen pas baca pesannya ini. :D Gladiresik  M: Mama lagi sembahyang. Jam 4.30 jemput abang. Jam 5.30, ada geradisik (gmn tulis :D) rayakan waisak untuk... Continue Reading →

Ibu saya suka menulis. Kata Ibu, sejak SMP, beliau sudah suka menulis di mading, menulis di catatan, menulis puisi, dan menyukai segala sesuatu yang berhubungan dengan pena. Sampai sekarang, Ibu saya masih suka menulis. Di tasnya, kertas dengan penuh coretan berseliweran, sedikit berantakan. Isinya, nomor telepon kenalan baru (ini yang paling banyak). Kedua, harga belanjaan... Continue Reading →

Ponakan

Hai, perkenalkan, saya tante dengan ponakan berjumlah satu tim sepakbola + 1 cadangan. Kalau lagi ngumpul semua, bisa ada yang nangis, teriak, ketawa, asik main sendiri, makan, main Instagram, seru dengan Squishy, pesawat, truk, dan macem-macem. Punya banyak ponakan juga jadi refreshing, apalagi kalau pas ngobrol. Ada aja celetukan yang bikin senyum-senyum. Macam ini... Diskusi aneh bin ajaib.... Continue Reading →

WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: