Media Sosial Yang Melelahkan

Setelah meniatkan diri buat uninstall Instagram seperti yang saya sempet buat postingannya, akhirnya saya suka mantengin Twitter lagi. (Sebelumnya cuma ngecek Twitter sesekali aja).  Awal-awal, Twitter seru juga, karena banyak akun-akun yang saya follow, yang postingannya lucu, informatif, atau seru. Jadi, tiap mampir ke Twitter, ada aja yang bikin saya ketawa-ketawa, atau terjadi 'aha moment!'... Continue Reading →

Pondan

Now I know why Miranda Hobbs makes and eats her self made brownies after a breakup with one of her dates (even taking back the one she'd thrown from the trash can). Well, peeps. It’s cheap. And edible. And tasty. $1.5 for 12 slice of brownies. I'm in!

Kok Kamu Tambah….?

Tambah apa ayo? Apalagi kalau bukan tambah gendut. 2 kata yang bisa bikin adek kakak berantem, pacar-pacaran komplen, suami-istri adu mulut, ipar-iparan bergumam dalam hati, dan 2 orang baru batal berkawan lebih lanjut. Pertemanan pun bisa jadi renggang karena kalimat komparatif ini. Hampir mirip efeknya dengan permusuhan akibat perbedaan dukungan capres jaman kampanye lalu. Rodo... Continue Reading →

Uninstall Instagram

Karena sesuatu dan lain hal, saya menghapus Instagram disusul Twitter sejak 3 minggu lalu. Facebook masih tetap disimpen, nggak kepikiran dihapus jg. Nggak tau juga. Mungkin Facebook tidak seadiktif Twitter, apalagi Instagram. Jadi, nggak papa tetap disimpan di HP aplikasinya. Bentuk adiksi yang menurut saya bikin kecebelece dari Instagram adalah, seperti ini. Suatu hari, niat... Continue Reading →

Liburan Tanpa Oleh-Oleh

Makasih oleh-olehnya!  Demikian kata-kata yang sering terucap pasca menerima oleh-oleh dari teman, keluarga, atau pacar yang baru selesai berlibur. Ya kan? Cuma nih ya, cuman, belakangan entah kenapa saya jadi agak segan menerima oleh-oleh. Entah karena tren hidup ala Marie Kondo yang mulai merajarela yang sedikit banyak membuat saya mulai menghindari menambahkan barang baru ke... Continue Reading →

WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: