try, fly, bye

pertama kali mencoba,
uh indah rasanya.

kali kedua,
umm makin tidak karuan.
seru!

berikutnya,
hati mulai gelisah.

tapi kemudian…

bingung,

ragu,

sungkan,

enggan,

ah sebut saja apapun namanya.

akhirnya,
atas segala upaya,
hati pun rela,
meninggalkan si kereta.

jangan bersedih,
masih ada waktu,
semesta juga masih setia.

aku kan menjemputmu,
entah di pemberhentian selanjutnya,
atau dengan kereta berikutnya.
tunggu saja!

RANDOM (how I love to write)

today topic is RANDOM. yes! i’ll type everything random. i think random.

  1. I love to write. but, it ain’t that easy. bisa mengepost blog baru menandakan mood gue sedang total. total senangnya. ATAU total keselnya. kalau gue ada di antaranya, maka nggak akan ada tulisan yang tercipta. dan keadaan seperti ini dinamakan VAKUM. like a living dead.
    gue paling nggak suka hidup di titik seperti itu. rasanya stress. tapi nggak tau apa yang objek yang perlu di-stress-kan.
    mau senang, juga nggak bisa. rasanya ada lem tikus yang bikin mulut gue mengerucut, dan manyun (pasti jelek banget dah muka gue).
    dan 2 hari lalu gue baru ada di titik VAKUM itu. karena itulah, otak gue juga nggak produktif.
    gue suka menulis.
    karena itu, hati gue harus TOTAL.
    dan gue nggak suka VAKUM.
    (u got what i mean, right? just say yes, please.. =p)
  2. keRANDOMan berikutnya!
    I’m in love with CARRIE BRADSHAW!do you know this lady, guys? gue pertama kali mengenalnya sekitar 4 tahun lalu, waktu gue dipinjamkan dvd Sex and The City oleh temen gue, wempy. and I just love her right at my first sight!

    Carrie Bradshaw
    Carrie Bradshaw

    she’s gorgeous!
    sophisticated!
    smart!

    strong!
    kind of woman I’d like to be in my future!

    dan gue bukan hanya terobsesi dengan tokoh yang diperankan Sarah Jessica Parker ini, tapi juga dengan seluruh kehidupannya.

    her fabulous life in Manhattan.
    her job as writer.
    her beautiful girl friends!

    Andy William and Reza knows exactly how I’d be everytime I talk about her!
    “oh Andy! yuk kita ke New York!”
    “oh Reza! gue nanti kalau punya apertemen, pengen yang langsung ngadep ke jendela, bisa liat kota. kalau malam, gue bisa duduk depan laptop, bikin tulisan, sambil ngopi!”

    and I’ll put this screammmm
    “AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”
    out loud right after I’m telling them my whole imagination!


    oh lady, seriously. you HAVE TO WATCH this movie! Take the series one.
    terlepas dari banyaknya adegan hubungan intim, banyak sekali pelajaran berguna dari film ini. especially for woman. you’ll get alot! MIND MY WORDS!

    (pikiran ikutan RANDOM)
    “apa gue jadi penulis aja ya? biar kayak Carrie?”

  3. langsung ke RANDOMinasi yang terakhir saja

    I’m thinking of someone. (uhuyy!)
    who’s that? he’s the one that I probably won’t meet ’til the unspoken time.
    it’s the matter of distance, and time, and faith, bravery, plus destiny.
    I believe you’re doing great there! See you in a few years!


SEMAKIN MALAM SEMAKIN RANDOM, CUKUP SEKIAN TERIMA KASIH

life of living (alone)

akhir kata, semut pun kembali, memakul potongan kecil gula yang jatuh dari remehan biskuit dari sang empu, tidak melebihi besarnya coretan tinta,  menuju tempat terbaik, istana kecilnya.


jujur, gue nggak tau harus nulis apa. tiba-tiba aja pagi tadi kepikiran pengen nge-post dengan judul ini.
jadi, biarkan saja jari-jemari dengan bantuan pikiran, merangkai tuts-tuts keyboard hingga tercipta sebuah tulisan utuh.

LIFE = KEHIDUPAN (KATA BENDA)
LIVING = HIDUP (KATA KERJA)
ALONE = SENDIRI (KATA SIFAT)

sudah hampir 4 tahun gue hidup sendiri. sendiri artinya : yah SENDIRI.
just you, yourself. no parents. no home. live your life, for YOU. your own sake.

yah! hidup sendiri yang dimulai sejak gue memutuskan cabut dari rumah, untuk melanjutkan pendidikan (yang lebih baik) di kota orang.

5 tahun lalu, gue selalu terkagum-kagum jika menjumpai teman atau saudara yang pulang ke Pontianak setelah sekian lama tinggal di kota lain. rasanya “WOW!”. belum jadi apa-apapun, tetap ada nilai plus dari si saudara ini.

oke.

(mulai bingung).

sepertinya gue memutuskan untuk menceritakan saja kepada teman-teman, yang notabene masih tinggal bersama orang tua, bagaimana kehidupan kaum-kaum gue alias anak perantau, saat harus hidup sendiri.

  1. kamar = SEGALANYA.
    secara kekuasaan penuh yang lo miliki di kota orang ini hanyalah sepetak kamar berukuran 3 x 4 meter ini saja. kalau lo berprinsip “RUMAHKU ISTANAKU”, maka prinsip gue “KAMARKU RUMAHKU ISTANAKU”. (di post ini, biarkan gue mengganti ‘kamar’ dengan ‘rumah’)
  2. segala barang elektronik adalah keluarga tercinta!
    mulai dari TV, laptop, speaker, AC, hairdryer, charger, dan semua benda yang dialiri listrik adalah keluarga yang senantiasa mendukung gue baik dalam suka maupun duka. kalau ada salah satu dari mereka yang sedang terganggu, maka gue akan merasakan seperti apa yang lo rasa saat ditinggal adik/kakak tersayang lo ke luar kota.
  3. toilet itu tempat curhat terbaik.
    ini adalah bagian rumah yang paling nyaman untuk curhat. mungkin ibarat teman beragama lain, ini adalah HOLY ROOM. di bilik kecil berukuran sekitar 1×1 m ini (lengkap dengan ornamen ember, dan jemuran), gue bisa ‘mencurahkan’ segala perasaan gue. gue bisa nyanyi dengan bebas, gue bisa teriak dengan bebas (bisa ditakar sendiri volumenya). segala hal yang menyesakkan akan gue curahkan di tempat ini.
  4. buku (pinjaman/beli sendiri) ibarat home theatre.
    berhubung gue suka baca (dibandingkan nonton), maka gue menerima segala bentuk sumbangan buku pinjaman dari teman-teman tercinta. kalau sudah baca ditemani lantunan lagu oleh si “speaker”, saat itulah FILM gue dimulai.

itu cerita seputar RUMAH gue, alias harta tak bergerak (benda mati).
sekarang mari kita beralih ke harta bergerak (makhluk hidup)

  1. ibu kos = tukang kredit
    eits! tukang kredit bukan pekerjaan buruk loh. mereka justru baik karena mau meminjamkan uang mereka kepada orang yang membutuhkan. demikianlah ibu kos gue yang bersedia meminjamkan rumahnya untuk gue tempati.
  2. mbak kos + mbak cuci baju = personal asisten
    (berarti kerjaan PA yang gue bangga2kan di blog sebelumnya setara dengan mbak kos? maybe Yes! haha)
    bisa bayangin nggak sih kalau seorang artis tenar hidup tanpa asisten pembantu? apa jadinya?
    oke maaf! gue tau itu perbandingan yang terlalu jauh.
    yah kurang lebih demikian juga gue. sebagai pemilik rumah, gue perlu bantuan orang lain yang senantiasa menjaga kebersihan rumah gue. mbak-mbak inilah yang berperan besar.
  3. tetangga adalah rekan seprofesi
    rumah istana gue ada di daerah perkampungan. bisa dibayangkan kan lingkungannya? kebayang juga dong bagaimana lo harus bersikap terhadap rekan seprofesi agar tetap tampak profesional namun berkharisma? (mulai ngawur)
  4. TEMAN = EMAS
    definisi teman (Dubidu; 116) manusia lain yang tidak berhubungan darah, namun mempunyai keterkaitan tertentu dengan diri kita (mis:kesamaan komunitas, tempat kerja, dll)

    tau harga emas? terakhir kali kalau nggak salah sekitar 120 rb, untuk emas putih. kalau emas kuning kayaknya lebih mahal. kalau emas lo yang udah berbentuk kalung kesayangan jatuh di lubang wc waktu lo mandi, sedih nggak lo? kalau hilang, nangis nggak lo?
  5. pacar = permen karet
    mendampingi di waktu luang, teman bermain di kala bosan, seru-seruan kalau bisa dijadiin balon, bahan iseng2an musuh (lempar ke lantai, tempel ke bawah meja tulis).

kalau itu tadi adalah harta-harta terbaik gue, berikut ini satu-satunya musuh gue di dunia KESENDIRIAN ini.

SICK IS SUCK!

sakit di istana sesungguhnya aja menderita, apalagi kalau di istana-istanaan 3 x 4 meter?

yes! sepertinya cukup demikian hasil koordinasi antara otak dan jemari gue pada malam hari ini.

last but not least,

pesan moral untuk penghuni rumah ASLI :

Cintailah rumahmu, istanamu, raja, ratu, pangeran, putra mahkota, dan segala warganya.
Istana lain boleh lebih tampak bagus, tapi istana terbaik selalu ada di rumahmu sendiri.

pesan moral untuk penghuni rumah PALSU :

Hargailah istanamu dan segala ornamennya yang telah kau bangun atas jerih payahmu selama ini.
Istana lain boleh lebih besar, tapi istana terbaik akan selalu ada di istanamu sendiri.

Teruslah bermain istana-istanaan, sampai terwujud istanamu yang SESUNGGUHNYA.

night at the day

Dream dream dream
I don’t know why I dream a lot
’til at the moment I feel like the best part of me is,
I’m a perfect daydreamer
Yet none of them ever come true
Or at least close to how you define “true”

Then, I wish that it was just about time
I will keep my dream over, over and over
Until my time is over

follow me, unfollow you

Dari judul post gue, pasti lo udah nangkep apa yang mau gue bicarakan. Iya betul!
Tidak lain, tidak bukan. Alias BENAR. It’s about TWITTER. Fenomena baru di dunia jejaring sosial. Setelah Friendster, dan Facebook mulai ditinggalkan oleh sebagian besar penikmat internet (yang update)

Gue nggak akan ngebahas twitter dari segi sistem kerja, dan sejenisnya. (call me dumb for those topics!). Gue hanya mau menuangkan sedikit pengalaman dan pendapat pribadi gue tentang media social networking yang satu ini.

Berbeda dari facebook, gue merasakan ada treatment yang berbeda terhadap twitter. Lewat sistem microstatus (kalau tidak salah) yang digunakan, pengguna twitter hanya melihat status yang diupdate oleh orang yang kita follow (salah satu artikel yang pernah gue baca, mengartikan follow = subscribe = langganan. Semacam sistem kalo kita langganan info sms, dan sejenisnya). Sebaliknya, orang yang mengfollow kita akan melihat status yang kita update juga.

Selain feature follow, ada pula feature unfollow. Artinya kita berhenti ‘berlangganan’ status orang tersebut, sehingga statusnya tidak akan terupdate ke dalam layar twitter kita, alias TIMELINE.

Yep! Cukup dengan sedikit basa basi tentang twitter.

jadi begini, sejak memiliki account twitter (kalau nggak salah hampir 1 tahun ini), gue merasa ada perubahan psikologi berkaitan dengan media mencari teman yang satu ini. Di facebook, lo bisa jadi friends siapa aja tanpa peduli kenal apa enggak (yang penting KELIATAN ganteng atau cantik). Namun di twitter, ada kedekatan emosional yang lo rasakan ketika membaca update status di timeline.
Istilahnya : kalau dia seneng, gue berasa seneng.
Kalau dia bete, gue juga bisa ikutan bete.
Mungkin karena kalimat yang disusun hanya terbatas 140 karakter, jadi ada kecenderungan kita menyampaikan inti pesan straight to the point!

Hal berbeda muncul juga perihal urusan follow-followan ini. Ada yang kurang saat loe follow orang, kemudian tidak difollow. Gue pribadi banyak meng-follow artis2, account motivasi, lucu-lucuan, berita, dan sejenisnya. Most of these accounts won’t follow you back unless you know them very well. Gue nggak pernah berharap difollow balik oleh Oprah, Iwet Ramadhan, Andini Effendi, ataupun selebriti lain, karena jelas tidak ada kepentingan apa-apa (helooo, siapa elo?). Tapiii, kalau yang loe follow adalah teman-teman lo yang dekat secara geografis, dan kebatinan (baca : teman dekat), maka ada kebutuhan agar lo juga difollow teman lo. begitu pula sebaliknya. follow kembali teman yang meng-follow lo.
Do you?
Yes I am.

Permasalahan bermula dari sini. Karena yang follow gue adalah teman yang notabene dikenal dekat di dunia nyata, maka gue juga mendapat kewajiban untuk meng-follow dia juga (kalau nggak follow, rasanya jadi manusia yang SOMBONG, SOK EKSIS).

dan permasalahan sesungguh-sungguhnya pun dimulai dari sini!
Kedekatan psikologis benar-benar sangat dilibatkan dalam membaca TIMELINE. Tidak hanya urusan tweet bete / senang. Tweet berisi kesenangan yang diupdate orang lain juga seringkali membuat loe bete (baca : GUE).

Dan jenis tweet lain yang palinggggg bikin gue bete adalah twit yang nggak penting. Bukannya sombong atau belagu yah. apa esensinya sih loe ngetweet :
@ani eh loe ada kaus kaki nggak? via twitter. C’mon! What’s the point gitu loh!?!
Apalagi kalau tweet balas-balasan yang SUPER NGGAK PENTING! contoh:
@ani : eh loe ada kaus kaki nggak?
@anu : nggak ada nih. Hahaha. Loe ada?
@ani : nggak ada nih. Tar beli aja. Dimana ya? RT @anu : nggak ada nih. Hahaha. Loe ada?
@anu : oh di swalayan itu kayaknya ada. Beli warna apa ya?
@(!#*!@$*(!#%(!#*!$
It’s SUPERRRRRRR ANNOYING, PEOPLE!
WHY DON’T YOU USE YOU MOBILE PHONE/SMS/YM/BBM INSTEAD OF TRASHING ANOTHER’S TIMELINE!!!!!! (maap esmosi!)

Pengen rasanya gue omelin tu orang di twitter. Tapi kembali lagi, unsur psikologi yang dekat saat loe baca di twit orang, membuat gue berpikir kalau orang yang gue omelin itu akan membenci gue kalau gue omelin di twitter (just my own thought).
batin gue berbicara : “kalo gue omelin tu orang, terus di unfollow gue, terus nanti dia kesel ama gue”

hal ini sempat menjadi dilema. sampai pada suatu hari,
dengan berat hati dan malu-malu (takut ketahuan), gue sempat meng-unfollow salah satu teman. Karena gue sudah tidak tahan, sodara-sodara! Untuk beberapa yang lainnya tetap gue follow walaupun seringkali disuguhkan tweet yang sangat menyesakkan jiwa raga.
(tidak menutup kemungkinan, kalau suatu saat kesabaran gue sudah blong, gue akan mengunfollow temen gue itu)

Yak! No offense with these post, guys.
This is my truly curhat.
Soalnya hal ini terus berputar di kepala gue beberapa waktu belakangan ini.
I just don’t know how to say it out loud if it isn’t here. Hehe.
Karena gue kesel dengan twit aneh2 orang, makanya gue juga berhati-hati kalau ngetweet. Jangan sampai orang juga berpikiran begitu ke gue.
Gue nggak tau kenapa bisa begitu.
Apakah loe juga begitu? Atau gue yang terlalu overreacted? Your idea is my pleasure, guys!
Kalau memang hanya gue,
Mungkin gue harus kembali lagi ke Facebook, atau barangkali Friendster, atau bisa jadi kembali ke era Sahabat Pena.

sekian curahan hati gue,
last but not least, twitter gue @vinnydubidu
Diterima dengan senang hati jika mau follow. =) *tetep*